Bersama Wujudkan Ketahanan Pangan Lokal Indonesia

55efa017b1bf3tz_portfolio_1441767447-85_xl
Kami lah agen Go Pangan Lokal!!!!!
September 9, 2015
img-20160914-wa0004
Go Pangan Lokal 2016
November 12, 2016
5619fc024ee01tz_portfolio_1444543490-86-0_xl

Semarang(11/11/15). Dalam rangka menunjukkan sikap kepedulian terhadap kedaulatan pangan Nasional, Masyarakat Ilmuan dan Tehnolog Indonesia Klaster Mahasiswa (MITI KM)  bersama UKM RnB Universitas Diponegoro menyelenggarakan edukasi terhadap mahasiswa Semarang melalui talkshow di Gedung FPIK Undip yang bertema “Peluang dan Ancaman Ekspor Impor dalam dalam Arus Masyarakat Ekonomi ASEAN”. Talkshow ini merupakan salah satu agenda dari rangkaian kegiatan yang serentak dilaksanakan di 10 Kota Besar di Indonesia. Di Semarang, kegiatan ini juga disiarkan secara on air oleh mitra media yaitu  Elshinta.

Menurut Koordinator kegiatan Go Pangan Lokal wilayah Semarang, Reza Dwi Utomo,S.T, pangan lokal menjadi isu yang hangat dibahas, bahkan bagian dari MDGs PBB. Talkshow Go Pangan Lokal menjadi salah satu aksi nyata dari pengurus MITI KM bersama para mahasiswa di Semarang dan sekitarnya. Harapannya, melalui talkshow ini, mahasiswa bisa lebih tercerahkan dan tercerdaskan untuk mendukung pangan lokal Indonesia

Dalam talkshow yang diikuti oleh 100-an peserta  ini banyak mendiskusikan mengenai tantangan yang dihadapi dan usaha yang harus dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan oleh berbagai sektor. Menurut salah satu narasumber, Prof Arifin, dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro menyampaikan bahwa yang menjadi salah satu tantangan mewujudkan ketahanan pangan adalah bagaimana Indonesia mampu memasok makanan yang memenuhi kebutuhan semua umur. Selain itu, produsen pangan harus mampu mengikuti trend konsumsi pangan, memenuhi aspek keterjangkauan harga dan mampu menyandingkan pangan lokal sejajar dengan pangan sehat bergizi sesuai tuntutan konsumen modern.

Dari pihak pemerintahan, Ir. Sadi, M.Si, Kabid Ketersediaan Pangan Badan Ketahanan Pangan Jateng mengawali paparannya dengan menunjukkan data-data kekayaan akan produk yang dihasilkan Indonesia. Indonesia memiliki banyak sekali cadangan makanan pokok non beras, yaitu Ubi, singkong, sagu dan makanan pokok lainnya yang tersebar di seluruh pulau.

“Dukungan dari Badan Ketahanan Pangan Jawa Tengah berupa penyediaan penyuluh bagi produsen pangan lokal” ungkap beliau. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya dalam mendampingi produsen pangan sehingga mampu meningkatkan kualitas dari produk pangan lokal. Ekspor Impor Indonesia selalu meningkat trend nya, namun tetap ada pembatasan ekspor untuk menjaga ketahanan pangan, ungkap narasumber ketiga, Haryanta, S.H., M.M Kepala seksi dokumen ekspor impor Disperindag Jateng.

Pada akhirnya, sinergi antara pihak pemerintahan, akademisi, mahasiswa dan praktisi pangan menjadi sebuah keniscayaan yang menjadi PR dan harus dijadikan fokus garapan.  Hal tersebut semata-mata demi mewujudkan ketahanan pangan Nasional. Semua harus selalu mendukung, kedaulatan pangan bisa diwujudkan dari hal-hal terkecil di sekitar, termasuk bagaimana memulai untuk peduli dan bangga mengkonsumsi pangan lokal asli Indonesia, karena pangan lokal tidak kalah dengan pangan-pangan impor.

(Astri Aprilia)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *