Kampanye Pangan Lokal 2016 di Surabaya untuk Membangun Sikap Bijak Masyarakat dalam Melestarikan Pangan Lokal Daerah

img-20160914-wa0004
Go Pangan Lokal 2016
November 12, 2016
ed-gpljabaja-gts2
Mengkampanyekan Potensi Pangan Lokal dan Urgensi Kemandirian Pangan melalui Gerakan Pangan Lokal 2016 di Banten
November 14, 2016
ed-img_0188

Surabaya, Kota Pahlawan, menjadi kota pertama diselenggarakannya agenda Go Pangan Lokal (GPL) 2016. Agenda dan Program Gerakan Pangan Lokal ini digagas oleh Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) beberapa tahun terakhir melalui MITI Klaster Mahasiswa di masing-masing daerah dan para mitra MITI KM.

Go Pangan Lokal 2016 kali ini dibuka oleh MITI KM daerah Jabalnusra (Jatim, Bali, Nusa Tenggara) dengan agenda GPL Goes to School pada hari Sabtu, 22 Oktober 2016 di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya. Agenda ini dilakukan bersama Mitra UKM keilmuan wilayah Surabaya diantaranya UKIM Universitas Negeri Surabaya, Jamaah Nuruzzaman Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) UNAIR, Forum Diskusi Mahasiswa Penelitian Penalaran dan Penerbitan Kampus (Fordimapelar) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG), Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) Institut Teknologi Sepuluh November, UKIM UNESA, dan Gadura UNESA (GARNESA).

Kegiatan ini dimulai pukul 08.30 WIB yang dihadiri oleh ratusan siswa Kelas VII dan para dewan Guru SMP Muhammadiyah 2 Surabaya. Acara dimulai dengan Ice breaking dan dipandu oleh para MC (Faisal dan Yuni) yang membuat anak-anak antusias dan bahagia. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana GPL wilayah Surabaya, Wahyu Hidayat. Dalam sambutannya ia menjelaskan, GPL Goes To School, yang merupakan rangkaian kegiatan Gerakan Pangan Lokal2016, sebagai sarana memperkenalkan pangan lokal kepada siswa, sebelum acara puncaknya bertajuk Local Food day yang akan di adakan hari Minggu, 23 Oktober esok harinya.

Sambutan kedua disampaikan oleh M. Adhitya Arjanggi selaku Koordinator wilayah Jabalnusra MITI KM dan Ibu Fifi Andayani mewakili Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Surabaya. Usai sambutan, siswa diberi pemaparan singkat tentang pangan lokal dan bagi-bagi pangan lokal. Kegiatan ini pun ditutup dengan do’a dan berfoto bersama. Upaya edukasi dan kampanye pangan lokal kepada anak usia sekolah merupakan upaya yang strategis, karena anak – anak bangsa Indonesia yang nantinya menjadi pemimpin masa depan haruslah dibekali pengetahuan sebagai khazanah mereka untuk mempertahankan pangan lokal Indonesia.

Rangkaian agenda Go Pangan Lokal 2016 di Surabaya dilanjutkan keesokan harinya pada Minggu, 23 Oktober 2016. Kegiatan yangimg-20161029-wa0004 kali ini diusung oleh MITI KM Jabalnusra dan para mitranya ialah melakukan aksi long march dan bagi-bagi pangan lokal gratis dalam memperingati Hari Pangan Sedunia yang berlokasi di Car Free Day Taman Bungkul, Surabaya. Selain MITI KM Jabalnusra dan
mitra MITI KM, kegiatan ini juga dihadiri oleh relawan/volunteer GPL lainnya. Hujan yang mengguyur kota Surabaya sejak pagi tidak menyurutkan langkah para pemuda arek Suroboyo itu untuk mengkampanyekan Pangan Lokal kepada masyarakat.

“Hari Pangan Sedunia bukan berbicara mengenai ketahanan pangan lagi, tetapi mengenai kedaulatan pangan. Bagaimana menyikapi perubahan kebijakan-kebijakan dalam mengatur regulasi panimg-20161029-wa0007gan lokal di Indonesia,” pungkas Koordinator GPL MITI Wilayah Surabaya, Wahyu Hidayat.

Aksi Go Pangan Lokal (GPL) Surabaya mendapat respon positif dari masyarakat. Selain pembagian pangan lokal gratis, diadakan pula rangkaian kegiatan berupa edukasi masyarakat, penandatanganan petisi dukungan, dan orasi ilmiah. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat mampu bersikap bijak dalam melestarikan pangan lokal daerahnya masing-masing. Dukungan MITI KM bersama mitra Jabalnusra bertujuan untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. (MITIKMJabalnusra/MediaGPL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *