Go Pangan Lokal Adakan Sosialisasi di Car Free Day Palangka Raya

Go Pangan Lokal Riau Gelar Sosialisasi di Car Free Day
June 27, 2015
Go Pangan Lokal Semarang Adakan Sosialisasi di Car Free Day dan Festival Banjir Kanal Semarang
July 7, 2015

Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari tumbuhan dan hewan, yang dimakan oleh manusia utuk mendapatkan tenaga dan nutrisi. Makanan yang bergizi sangat penting bagi manusia untuk mendapakan energi, membantu pertumbuhan badan dan otak. Makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh manusia, baik yang diolah maupun yang tidak diolah disebut pangan.

Ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. World Health Organization mendefinisikan tiga komponen utama ketahanan pangan, yaitu ketersedian pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan. Ketahanan pangan ini sangat erat kaitannya dengan kedaulatan pangan yaitu memenuhi sistem pangan untuk mereka sendiri, oleh, dari dan untuk mereka sendiri.

Kedaulatan pangan ini tidak dapat dicapai jika salah satu dari 2 aspek; penyedia ataupun pengolah dan konsumen tidak seimbang. Dalam artian permintaan lebih sedikit dari pada penawaran. Hal ini diakibatkan salah satu faktornya adalah masyarakat lokal tidak mampu untuk bersaing dengan produk olahan pangan Negara lain yang memiliki teknologi lebih canggih. Ini merupakan permasalahan perekonomian masyarakat Indonesia yang tidak mampu bersaing dengan negara lain, apalagi akan hadirnya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) di tengah masyarakat Indonesia yang memberikan berbagai peluang dan tantangan.

Maka dari itu, MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia) klaster mahasiswa melaksanakan gerakan kampanye Go Pangan Lokal (GPL) 2015 yang serentak dilaksanakan 10 kota besar di Indonesia. Salah satu kota yang melaksanakan gerakan kampanye ini adalah kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Salah satu rangkaian agenda gerakan kampanye GPL kota Palangka Raya 2015 yang sudah dilaksanakan di kota Cantik ini adalah agenda DSE (Direct Selling) yang dilaksanakan di Car Free Day kota Palangka Raya, pada hari Minggu (7/06). DSE (Direct Selling) ini juga dibantu dari mahasiswa Universitas Palangka Raya berjumlah 30 orang yang bergabung di BEM Universitas Palangka Raya, BEM FAPERTA Universitas Palangka Raya, LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Tingang dan SPEAK (Suara Pemuda Kalteng). Kegiatan ini membagikan stiker dan selebaran masing-masing berumlah 500 lembar serta pin ke pengunjung car free day di bundaran besar kota Palangka Raya ditambah dengan poster-poster untuk mengajak mengkonsumsi dan bangga terhadap produk lokal Indonesia. Tujuan kegiatan DSE ini adalah untuk mensosialisasikan perlunya cinta dan mengkonsumsi pangan lokal Indoensia terutama pangan lokal khas kota Palangka Raya secara khusus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *