“Kefir Jelly Susu Kambing”

Mengapa Kita Masih Mengimpor Jeruk?
April 30, 2013
Konsumsi Beras Indonesia melebihi Amerika Serikat dan Jepang
May 3, 2013

“Kefir Jelly Susu Kambing” Inovasi Produk Susu Kambing Berorientasi Kesehatan

Maraknya inovasi kuliner tidak sehat yang hanya memperhatikan aspek komersial, harusnya diimbangi dengan inovasi produk makanan yang berorientasi kesehatan. Saat ini, banyak sekali bahan makanan bergizi yang belum dioptimalkan pengolahannya. Salah satu contohnya yaitu susu kambing. Ramainya trend inovasi produk pangan yang bermunculan saat ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengembangkan inovasi produk makanan yang tidak hanya berdaya jual tinggi, tetapi juga memiliki aspek nilai gizi yang baik bagi kesehatan tubuh.

Susu segar merupakan bahan makanan yang bergizi tinggi karena mengandung zat-zat makanan yang lengkap dan seimbang seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Susu segar merupakan cairan yang berasal dari ambing sehat dan bersih pada ternak mamalia misalnya sapi atau kambing yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar, yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun kecuali proses pendinginan tanpa memengaruhi.

Saat ini sudah banyak terdapat hasil produk pengolahan susu sapi contohnya saja susu kental manis, susu bubuk, yoghurt, keju, es krim, karamel atau kembang gula, dodol susu, tahu susu dan banyak lainnya. Sebaliknya, produk olahan susu kambing masih sangat sedikit macamnya jika dibandingkan dengan hasil produk olahan susu sapi padahal, susu kambing memiliki prospek yang cukup menjanjikan jika mampu dikelola dengan baik.

Banyak orang lebih memilih susu kambing daripada susu sapi dengan alasan tidak menyukai bau pada susu kambing. Faktanya banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa susu kambing lebih memiliki banyak keunggulan dibandingkan susu sapi terutama dalam kesehatan. Menurut Journal of American Medicine, susu kambing adalah makanan paling lengkap yang diketahui. Susu Kambing mengandung vitamin, mineral, elektrolit, unsur kimiawi, enzim, protein, dan asam lemak yang mudah dimanfaatkan tubuh. Bahkan, tubuh dapat mencerna susu kambing hanya dalam 20 menit. Bandingkan dengan 2-3 jam yang dibutuhkan untuk mencerna susu sapi

Untuk mengatasi rasa ketidaksukaan orang-orang terhadap susu kambing banyak dibuat inovasi produk olahan susu kambing seperti yoghurt susu kambing, keju yang terbuat dari susu kambing, serta kefir susu kambing.

Kefir adalah susu terfermentasi yang berasal dari Kaukasus. Fermentasi pada kefir sebagai akibat kerja bakteri dan khamir yang terdapat pada kefir grain. Kefir merupakan salah satu contoh produk hasil pengolahan susu yang umumnya menggunakan bahan baku susu kambing dibandingkan susu sapi, dimana kefir merupakan suatu inovasi baru dalam pengolahan susu kambing yang juga turut meningkatkan nilai kandungan gizi susu kambing.

Komposisi Kimia Kefir menurut Codex Stan 243-2003 yang dikeluarkan oleh FAO/WHO (2001) adalah protein minimal 2,8%, lemak susu < 10 %, keasaman tertitrasi yang dinyatakan sebagai % asam laktat minimal 0,6 % (m/m) jumlah mikroorganisme spesifik yang merupakan kultur starter minimal 107 cfu/g dan khamir minimal 104 cfu/g.

Manfaat Kefir begitu beragam. Kefir dapat dikonsumsi oleh penderita lactose intolerance dan diyakini dapat menurunkan kolesterol serum darah, meningkatkan kadar HDL (High Density Lipoproteins) atau banyak dikenal sebagai lemak baik, serta menurunkan nilai LDL (Low Density Lipoproteins) atau dikenal sebagai lemak jahat dan trigliserida. Beberapa ahli berpendapat bahwa LAB (Lactic Acid Bacteria) atau Bakteri Asam Laktat dapat menurunkan resiko timbulnya kanker dan tumor saluran pencernaan.

Sayangnya Produk Kefir ini juga jarang diminati. Hosono, Tanabe & Otani (1990) produk kefir oleh sebagian masyarakat masih merupakan bahan pangan yang relatif asing. Terutama apabila bahan pembuatan kefir sendiri merupakan susu kambing yang masih sedikit peminatnya. Oleh karena itu diperlukan inovasi dalam pengolahan produk kefir menjadi produk baru yang lebih menarik tanpa mengurangi manfaat dan khasiat kefir.

Salah satu inovasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan daya jual produk kefir yaitu dengan menambahkan jelly. Inovasi Produk Jelly ini bisa dikatakan sebagai hasil adopsi dari inovasi produk yoghurt yaitu yoghurt jelly. Kefir dan yogurt sama-sama merupakan hasil pengembangan produk susu dengan menggunakan biakan bakteri asam laktat. Perbedaan kefir dan yoghurt terletak pada konsistensi dan jumlah serta jenis bakteri yang dikandungnya. Produk jelly sudah dikenal juga terbukti banyak disukai oleh masyarakat. Sehingga inovasi produk kefir jelly diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk kefir. (AR)

Oleh : Arin Maya Rosita, Universitas Brawijaya Malang, Fakultas Peternakan/ Ilmu Peternakan.

Sumber :

Anonimos.2011. Kandungan dan Manfaat Susu Kambing.

Kandungan dan Manfaat Susu Kambing

Badan Standarisasi Nasional/BSN, 1998

Hosono, A.T. Tanabe and Otani, H., 1990. Binding Properties of Lactic Acid

Bacteria Isolated From Kefir Milk with Mutagenic Amino Acid Pyrolizates. Milchwiss, 45: 647-651

FAO/WHO. 2001. Codex Standard for Fermented Milks.

http://www.codexalimentarius.Net. diakses pada tanggal 29 September 2012

Sawitri, Manik Eirry. 2007. Produk Olahan Susu. Penerbit Swadaya, Jakarta : Depok. hal : 69-75

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *