Kelembagaan Pangan Lokal untuk Mengatasi Kerawanan Pangan

Mengenal Jenis Pangan Lokal Banten: Talas Beneng
June 28, 2013
Seni Memasak Pangan Lokal
June 28, 2013

 Kelembagaan Pangan Lokal untuk Mengatasi Kerawanan Pangan

Dahulu, dalam masyarakat Indonesia melembaga sebuah unit sosial yang berfungsi menjaga stabilitas pangan atau disebut dengan lumbung pangan. Keberadaan lumbung pangan ini bahkan bisa diidentifikasi sejak 874 Masehi seiring dengan keberadaan Candi Lumbung di Magelang. Lumbung pangan merupakan cadangan pangan yang berfungsi untuk menjaga stok atau stabilitas pangan baik karena musim paceklik atau karena ada kondisi darurat seperti bencana alam (Rachmat, dkk : 2010).

 Kelembagaan Pangan Lokal untuk Mengatasi Kerawanan Pangan

Dahulu, dalam masyarakat Indonesia melembaga sebuah unit sosial yang berfungsi menjaga stabilitas pangan atau disebut dengan lumbung pangan. Keberadaan lumbung pangan ini bahkan bisa diidentifikasi sejak 874 Masehi seiring dengan keberadaan Candi Lumbung di Magelang. Lumbung pangan merupakan cadangan pangan yang berfungsi untuk menjaga stok atau stabilitas pangan baik karena musim paceklik atau karena ada kondisi darurat seperti bencana alam (Rachmat, dkk : 2010).

 

Konsep ‘Simpan’ Bahan Pangan untuk Kelembagaan Pangan (Foto: Dudi Iskandar)

Kelembagaan pangan ini sangat membantu masyarakat dalam mengakses pangan untuk kebutuhan sehari-hari. Ada dua macam kelembagaan pangan, yaitu lumbung pangan pemerintah dan masyarakat. Lumbung pangan masyarakat bervariasi mulai dari tataran individu, kelompok hingga masyarakat. Sedangkan lumbung pangan pemerintah adalah Bulog, pemerintah desa, propinsi. Lumbung pangan terutama lumbung pangan masyarakat mampu menciptakan kemandirian pangan tiap rumah tangga.

Namun keberadaan lumbung pangan masyarakat ini semakin tergerus fungsinya. Revolusi hijau dengan berbagai dampak ikutannya telah membuat pola pertanian masyarakat berubah. Misalnya adalah produk pangan yang dihasilkan melalui mekanisme revolusi hijau ini menjadi tidak tahan lama untuk disimpan. Sehingga mustahil untuk dijadikan cadangan pangan. Selain itu, keberadaan lumbung pangan pemerintah seperti Bulog pun memberikan andil tersendiri dalam kelangsungan lumbung pangan masyarakat yang semakin tergerus. Dengan adanya Bulog yang menjamin stok dan harga, hal ini merupakan insentif bagi petani untuk urung menyimpan produk pertaniannya, seperti gabah (Rachmat, dkk, 2010).

Namun pasca tahun 1999, peran Bulog telah berganti. Pada tahun 2003 Bulog telah mengalami perubahan organisasi yang cukup mendasar, yaitu dari Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) menjadi Perum yang ditetapkan berdasarkan PP No. 7/2003 tentang pendirian Perum Bulog. Dengan berubahnya status menjadi Perusahaan Umum, maka otomatis Bulog akan lebih menitikberatkan pada fungsi ekonominya untuk mengejar profit daripada fungsi sosial yakni menjaga stabilitas harga untuk kepentingan produsen dan konsumen.

Peran Bulog sebagai lembaga cadangan pangan yang sudah berkurang ini mengakibatkan petani harus menyerahkan mekanisme jual beli pada tengkulak yang berpotensi menimbulkan kerugian besar pada petani. Jika kesejahteraan petani terusik, hal ini akan berpengaruh pada produktivitas tanaman pangan. Sebab, kesejahteraan petani merupakan salah satu variable pengaruh dalam sistem pangan nasional. Oleh sebab itu, merevitalisasi lumbung pangan masyarakat menjadi sesuatu yang tak terelakkan. Lumbung pangan ini tidak hanya berfungsi sebagai cadangan pangan, namun juga bisa diperluas menjadi lembaga simpan pinjam maupun penyewaan alat. Dengan demikian, tidak hanya stok pangan yang akan terjaga, namun juga harga akan stabil. Sehingga kesejahteraan petani akan semakin membaik. (Nuri Ikawati)

Referensi :

Bappenas. 2010. Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia 2010. Diunduh dari http://www.bappenas.go.id/node/118/2814/peta-jalan-percepatan-pencapaian-tujuan-pembangunan-milenium-di-indonesia/

Pustaka Litbang Deptan. Bagaimana Peran Dolog Dalam Tata Niaga Gabah Pascaperum?. Diakses Dari Http://Pustaka.Litbang.Deptan.Go.Id/Publikasi/Wr272057.Pdf

Rachmat, Dr. Muchjidin, Dkk. 2010. Kajian Sistem Kelembagaan Cadangan Pangan Masyarakat Perdesaan Untuk Mengurangi 25% Resiko Kerawanan Pangan. Pusat Analisis Sosial Ekonomi Dan Kebijakan Pertanian Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.

Saleh, Rahmat Dkk. 2011. Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Miskin Melalui Kelembagaan Pangan Lokal.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *