Mengenal Jenis Pangan Lokal Banten: Talas Beneng

Hasil Survei Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Membeli Pada Konsumen Waralaba Restoran Lokal dan Asing
May 29, 2013
Kelembagaan Pangan Lokal untuk Mengatasi Kerawanan Pangan
June 28, 2013

Mengenal Jenis Pangan Lokal Banten: Talas Beneng

Talas Banten (Xanthosoma undipes) atau yang lebih dikenal dengan nama Talas Beneng (merupakan singkatan dari besar dan koneng yang artinya berukuran besar dan berwarna kuning) merupakan jenis umbi yang memiliki prospek sebagai bahan pangan pokok dan fungsional. Talas Beneng ini berasal dari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Talas Beneng memiliki karakteristik yang berbeda dengan talas dari daerah lainnya.  Talas ini tumbuh liar di lereng gunung, memiliki batang yang besar dan panjang serta pada bagian akarnya terdapat umbi-umbi kecil (kimpul) yang bergerombol. Umbi beneng muncul diatas permukaan tanah, sedangkan talas lain terpendam. Komposisi kimia beberapa jenis talas dapat dilihat pada Tabel 1.

Mengenal Jenis Pangan Lokal Banten: Talas Beneng

Talas Banten (Xanthosoma undipes) atau yang lebih dikenal dengan nama Talas Beneng (merupakan singkatan dari besar dan koneng yang artinya berukuran besar dan berwarna kuning) merupakan jenis umbi yang memiliki prospek sebagai bahan pangan pokok dan fungsional. Talas Beneng ini berasal dari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Talas Beneng memiliki karakteristik yang berbeda dengan talas dari daerah lainnya.  Talas ini tumbuh liar di lereng gunung, memiliki batang yang besar dan panjang serta pada bagian akarnya terdapat umbi-umbi kecil (kimpul) yang bergerombol. Umbi beneng muncul diatas permukaan tanah, sedangkan talas lain terpendam. Komposisi kimia beberapa jenis talas dapat dilihat pada Tabel 1.

 

Tabel 1 Komposisi Kimia Beberapa Jenis Talas

Sumber: BPTP Banten

Penanaman dan pengelolaan talas tersebut telah dikembangkan oleh warga kelompok tani setempat. Talas tersebut diolah menjadi berbagai bentuk seperti keripik, kue dan bahan dasar pangan lainnya.

Umbi talas beneng memiliki panjang mencapai 1,2-1,5 m dengan bobot 35-40 kg pada umur 2 tahun. Lingkar umbi mencapai 45-55 cm. Begitu kulit dikupas, tampak warna umbi kuning menyala. Umbi itu dihasilkan dari pohon setinggi 2-2,5 m dengan daun raksasa sebesar 1 meter.

Pengembangan Produk Olahan

Tepung talas dapat diolah menjadi aneka produk yang meliputi produk kering, produk semi basah dan basah. Produk kering dapat dibuat dengan tepung talas 100% seperti kue kering. Produk semi basah seperti brownies juga dapat dibuat dengan 100% tepung talas. Produk basah seperti kue lumpur dapat dibuat dengan campuran terigu atau tepung lainnya.

Produk kue kering yang dibuat dari tepung talas mempunyai ciri tekstur yang sedikit kurang renyah namun memiliki warna yang menarik. Untuk memperbaiki tekstur, tepung talas dapat dikompositkan dengan tepung singkong. Tepung talas juga dapat dikompositkan dengan tepung lain untuk memperbaiki sifat-sifatnya atau memperkaya kandungan gizinya. Sebagai contoh, tepung talas yang dikompositkan dengan tepung pisang dan kacang hijau (perbandingan 50:30:20) lalu diolah menjadi menu sarapan memiliki nilai gizi yang cukup lengkap untuk sarapan.

Talas beneng memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan lokal. Ukurannya yang besar dengan kadar protein yang tinggi serta warna kuning yang menarik adalah kelebihan yang dimiliki talas beneng yang menjadi ciri khas yang tidak dimiliki talas jenis lain.

Walaupun mengandung kadar oksalat yang tinggi. Perlakuan perendaman dalam garam dapat dilakukan dengan menurunkan kadar oksalat. Selain perendaman dengan garam, perlakuakn perebusan juga dapat menurunkan kadar oksalat total talas hingga 77%.

Pengolahan tepung menjadi aneka produk akan memperluas pemanfaatan talas beneng dalam upaya mendukung ketahanan pangan. Saat ini Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor, Badan Ketahanan Pangan Daerah dan Fakultas Pertanian Untirta Banten sedang mengembangkan potensi talas Banten (beneng) untuk lebih ditingkatkan lagi pemanfaatannya. (Riska Ayu P)

Sumber:

Muttakin S. 2010. Beneng Primadona Banten. [Terhubung Berkala]. http://banten.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=228&Itemid=11

Nurcahyati E. 2010. Banten Kembangkan Talas Beneng sebagai Potensi Pangan Lokal. [Terhubung Berkala].http://banten.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=232&Itemid=12.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *