Olahan Keripik Singkong Beragam Rasa dari Tanjung Morawa

EXACT
Exact Preneurship Kembali Eksis Dengan Inovasi Jantung Pisang
April 8, 2014
bika-ambon
Tim Go Pangan Lokal Kota Medan “Rapatkan Barisan” di UMN Al-Washliyah
April 14, 2014

Deli Serdang [MITI KM News] – Mungkin banyak yang tidak mengetahui “keripik balado” yang selama ini kita konsumsi terkhusus warga Kota Medan dan sekitarnya berasal dari Tanjung Morawa, Deli Serdang. Setelah menempuh perjalan lebih kurang 1 jam dari pusat Kota Medan akhirnya tibalah saya di tempat yang dituju. Ya, sebuah pabrik pengolahan singkong yang terletak di Jl. Undian Pasar 3 Desa Tandukan Raya, Tanjung Morawa – Deli Serdang. Pabrik yang tidak terlalu besar namun omsetnya per bulan mencapai 1,2 milyar.

Deli Serdang [MITI KM News] – Mungkin banyak yang tidak mengetahui “keripik balado” yang selama ini kita konsumsi terkhusus warga Kota Medan dan sekitarnya berasal dari Tanjung Morawa, Deli Serdang. Setelah menempuh perjalan lebih kurang 1 jam dari pusat Kota Medan akhirnya tibalah saya di tempat yang dituju. Ya, sebuah pabrik pengolahan singkong yang terletak di Jl. Undian Pasar 3 Desa Tandukan Raya, Tanjung Morawa – Deli Serdang. Pabrik yang tidak terlalu besar namun omsetnya per bulan mencapai 1,2 milyar.

 

Pada kesempatan ini saya langsung bertemu dengan pemilik usaha, namanya Bang Doni. Bang Doni menjelaskan seputar proses produksi dan beberapa hal terkait pabrik yang dimilikinya. Pabrik usaha keluarga yang telah berdiri sejak tahun 1998 ini pada awalnya bertempat di Kota Medan, namun 3 tahun belakangan ini berpindah ke posisinya yang sekarang ini. Dalam produksinya, bahan baku utamanya adalah singkong atau biasa juga disebut ubi kayu. Bahan baku ini 100 % adalah hasil komoditi daerah setempat dan memang sepanjang perjalanan saya menuju pabrik ini sebagian besar lahan ditanami pohon ubi kayu yang menghasilkan singkong. Selain pemanfaatan bahan baku pangan lokal, seluruh pekerja di pabrik ini adalah masyarakat daerah setempat. Dengan demikian secara tidak langsung mengangkat perekonomian dan terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Keripik-keripik yang diproduksi disini memiliki beragam rasa mulai dari rasa jagung, balado, sapi panggang dan ayam bawang. Bila kita sudah mengunyah keripik ini maka mulut pun tak akan bisa berhenti. Saya pun diberi kesempatan mencicipi keripik rasa jagung dan balado. Warnanya yang merah dan rasanya yang pedas menjadi ciri khas dari balado, begitu juga dengan jagung dengan warnanya yang kuning seperti warna jagung membuat mulut tak berhenti untuk mengunyah. Bumbu-bumbu keripik ini menurut penuturan Bang Doni didatangkan dari Jakarta dan juga berasal dari hasil alam Indonesia. Ketidaklengkapan alat produksi menjadi alasan mengapa bumbu-bumbunya harus dipesan dari Jakarta.

Melalui liputan singkat ini, pantaslah kita berbangga mempunyai hasil alam seperti singkong. Buah yang tidak asing dan setiap orang pasti pernah menikmati olahan pangan dari singkong, selain keripik tentu kita mengenal kolak singkong yang sering disajikan terutama pada Bulan Ramadhan. (MIF}

Foto-foto:

Bersama Bang Doni (Pemilik Usaha Keripik Singkong)

 

Singkong

Singkong

 

Singkong yang telah dirajang

Singkong yang telah dirajang

 

Bagian produksi

Bagian produksi

 

Pengemasan keripik oleh para pekerja

Pengemasan keripik oleh para pekerja

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *