Pangan Fungsional Ala Jepang, sebuah Terobosan Industri Pangan

Memulai Gerakan Pangan Lokal dari Keluarga
April 24, 2013
Pergeseran Pola Konsumsi Masyarakat
April 24, 2013

Jika berkunjung ke pusat perbelanjaan besar atau mall di kota-kota besar Indonesia, kita pasti akan mendapati beberapa gerai makanan yang menyediakan menu khas Jepang. Restoran yang menyajikan masakan khas Jepang memang cukup banyak. Meskipun masakan Jepang berbeda dengan cita rasa masakan Indonesia, pengunjung tidak pernah sepi memadati resto-resto Jepang. Sushi, tempura, shabu-shabu dan sukiyaki adalah beberapa masakan Jepang yang dikenal luas di Indonesia. Sehat, sayuran, cara makan yang khas adalah  keunikan masakan Jepang yang menjadi daya tarik tersendiri.

Jepang sebagai Negara maju justru tidak meninggalkan tradisinya. Kekayaan lokal yang mereka miliki termasuk makanan justru menjadi asset yang mempunyai andil besar dalam perekonomian Jepang. Makanan tradisional yang kini mendunia merupakan hasil dari kebijakan pemerintah Jepang selama bertahun-tahun dalam mengembangkan industri kulinernya.

Beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang untuk memajukan industri makanan tradisionalnya adalah dengan menerapkan konsep one village one product. Pemerintah Jepang percaya bahwa setiap daerah di Jepang mempunyai kekayaan alamnya sendiri-sendiri. Oleh sebab itu, berbagai penelitian dikembangkan guna mengeksplorasi potensi tersebut. Shunsu, sebuah daerah di Jepang telah berhasil mengembangkan jeruk yushu menjadi beragam produk mulai dari kue pie, permen, sabun hingga penghalus kulit. Selain itu, Fushimi (Kyoto), Nada (Kobe), Aakita dan Nigata merupakan sentra industri sake di Jepang. (Wijaya, 2001)

Inovasi lain dalam mengembangkan industri makanan tradisional dilakukan dengan membuat sebuah paket wisata yang dikenal dengan Gurume Tour. Paket tour ini menawarkan perjalanan wisata untuk menjelajahi makanan-makanan tradisional yang menjadi ciri khas tiap daerah di Jepang (Wijaya, 2001).

Dari berbagai kebijakan yang dilakukan, ada satu terobosan yang membuat industri pangan Jepang berkembang pesat. Pada tahun 1984, dikenalkan sebuah kebijakan baru yang diberi nama FOSHU (Food for Special Health Uses). Lahirnya kebijakan ini menandai pula munculnya konsep pangan baru yang dikenal dengan pangan fungsional. Jika konsep konvensional menyatakan pangan sebagai pemenuhan kecukupan gizi, maka dalam konsep baru ini pangan mempunyai value yang baru. Konsumsi Pangan dilihat sebagai suatu tindakan preventif terhadap kebugaran atau kesehatan di masa depan (Wijaya, 2001, Michwan, 2009)

Dalam konsensus “Scientific Concepts of Functional Foods in Europe” yang dikeluarkan oleh European Commission Concerted Action on Functional Food Science in Europe (FUFOSE) mendefinisikan pangan dapat dikatakan memiliki sifat fungsional jika terbukti dapat memberikan satu atau lebih manfaat terhadap target fungsi tubuh (selain fungsi gizi normalnya) dengan cara yang relevan dapat memperbaiki statuskesehatan dan kebugaran serta menurunkan risiko penyakit. (Wikipedia, 2013)

Dari definisi tersebut, maka pangan mempunyai nilai tambah yang dibutuhkan oleh manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya, tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan dasar semata. Awalnya kebijakan ini dikeluarkan oleh pemerintah Jepang sebagai respon terhadap meningkatnya jumlah lansia yang berpotensi tinggi terkena penyakit kardiovaskulerdiabeteshipertensiosteoporosis, dan kanker(Wikipedia, 2013)

Namun, konsep pangan fungsional ini justru diterima secara luas seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kesehatan dan tindakan-tindakan preventif untuk meningkatkan kualitas hidup. Bahkan pada tahun 2007, konsep ini diadopsi oleh Negara-negara Eropa dan Amerika lewat pengesahan perundangan yang mengatur tentang klaim gizi dan kesehatan pangan. (Wikipedia, 2013)

Inovasi yang telah merubah paradigma dunia tentang pangan ini, tidak hanya mengukuhkan Jepang sebagai Negara maju karena Ilmu Pengetahuannya, tapi juga memberikan nilai ekonomis yang tidak sedikit untuk Jepang. Sampai saat ini Jepang merupakan Negara terdepan dalam pasar pangan ini. (Michwan, 2009)

gambar1

Sumber: (Michwan, 2009)

Dari tabel di atas terlihat bahwa pada tahun 2007 pasar produk FOSHU mencapai sekitar 7 milyar yen dan mengalami peningkatan sebesar 7,9 persen dibandingkan tahun 2005. Dari angka tersebut, 51 persen dari total produk yang dipasarkan adalah produk-produk probiotik dan prebiotik yang berhubungan dengan klaim kesehatan pencernaan dan kekebalan tubuh. Produk pangan fungsional FOSHU juga tetap mengalami peningkatan sampai dengan tahun 2008 dengan angka 7.5 milyar yen.

Untuk mengembangkan pangan fungsional ini pemerintah Jepang menugaskan tiga Kementerian sekaligus, yaitu Kementerian Ilmu dan Kebudayaan, Kementerian Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat. Selain itu, pemerintah Jepang juga membuat standarisasi produk pangan yang bisa dikategorikan sebagai Foshu. Pendaftaran produk ini berada dibawah pengawasan Kementerian Kesehatan, Pekerjaan, dan Kesejahteraan. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk bisa dimasukkan dalam kategori produk Foshu, salah satunya adalah berasal dari bahan alami (Wijaya, 2001, Michwan 2009)

Melalui ilmu pengetahuan yang dilandasi sebuah kesadaran akan pentingnya membangun kekuatan lokal, Jepang telah menjadi Negara maju dengan berbagai produk inovatifnya. Bagaimana dengan Indonesia? Dari segi kekayaan alam, Indonesia tidak kalah dengan Jepang. Jika semua elemen bangsa ini, baik dari pemerintah, swasta, akademisi maupun masyarakat sipil bisa bersinergis, maka sangat mungkin Indonesia mampu mengejar ketertinggalannya selama ini. (NI)

Sumber :

Wijaya, C Hanny, Astawan, Made. 2001.Strategi Jepang dalam Pengembangan Pangan Tradisional sebagai Basis Pangan Fungsional. Diakses darihttp://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/55185/Strategi%20Jepang%20dalam%20Pengembangan%20Pangan%20Tradisional.pdf?sequence=1

Michwan, Ardiansyah. 2009. Tren Pangan Fungsional di Jepang. Diakses darihttp://www.scribd.com/doc/19726605/Tren-Pangan-Fungsional-Di-Jepang

http://id.wikipedia.org/wiki/Pangan_fungsional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *