Tiwul dan Menu Pelengkapnya

Budidaya Jamur Tiram, Solusi Pertanian
April 30, 2013
Mengapa Kita Masih Mengimpor Jeruk?
April 30, 2013

Tiwul dan Menu Pelengkapnya sebagai Makanan Berbasis Kearifan Lokal Suku Samin

Indonesia terdiri dari beragam suku yang tersebar hingga pedalaman di setiap 33 provinsi. Antar budaya tentu mempunyai adat dan budaya yang khas dalam kehidupan sehari-hari termasuk cara memenuhi kebutuhan pangan. Salah satunya adalah masyarakat Suku Samin. Masyarakat Suku Samin yang berada di pedalaman Kabupaten Blora Jawa Tengah mempunyai salah satu cara unik untuk mencegah kelaparan di musim paceklik yaitu dengan memanfaatkan ketela pohon (singkong) sebagai makanan pokok. Singkong yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluargaEuphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. Umbi akar singkong banyak mengandung glukosa dan dapat dimakan mentah. Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi akar yang masih segar.

Ketela pohon merupakan umbi-umbian yang ramah lingkungan karena dapat tumbuh dengan mudah.Bahkan seringkali tumbuh begitu saja di pekarangan rumah.Untuk masyarakat Samin sendiri memanfaatkan umbi ketela pohon (singkong) menjadi gaplek yang biasanya mereka simpan di karung sebagai stock makanan pokok.

Gaplek adalah bahan makanan yang diolah dari umbi ketela pohon atau singkong. Prosesnya sangat mudah, umbi singkong yang telah dipanen kemudian dikupas dan dikeringkan. Gaplek yang telah kering kemudian bisa ditumbuk sebagai tepung tapioka yang bisa dibuat bermacam-macam kue. Tepung tapioka dari gaplek selanjutnya bisa dibuat menjadi nasi tiwul yang gurih. Nasi tiwul sangat populer di masyarakat yang hidup di pegunungan termasuk bagi Suku Samin (Iptek, 2009).

Tepung tapioka hasil tumbukan gaplek tersebut selanjutnya di buat menjadi nasi tiwul. Bagi masyarakat Suku Samin nasi tiwul adalah salah satu makanan favorit mereka.Karena selain rasanya gurih proses pembuatannya juga cukup sederhana.Masyarakat Suku Samin biasanya menikmati Nasi Tiwul dengan sayur mrica dari ikan tongkol yang merupakan salah satu makanan khas kabupaten Rembang.Tak jarang juga mereka menikmati dengan sayur daun singkong dan ikan tongkol.

Daun singkong yang lebih dikenal sebagai sumber mineral zat besi pada kenyataannya memilki kandungan kalsium yang cukup tinggi yaitu 165 mg per 100 gram. Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh, yaitu 1,5-2% dari berat badan orang dewasa atau kurang lebih 1 kg. Dari jumlah ini, 99% berada di dalam jaringan keras, yaitu tulang dan gigi terutama dalam bentuk hidroksiapatit {(3Ca3(PO4)2.Ca(OH)2}. Di dalam cairan ekstraselular dan intraselular kalsium memegang peranan penting dalam mengatur fungsi sel, seperti untuk transmisi saraf, kontraksi otot, penggumpalan darah dan menjaga permeabilitas membran sel. Kalsium mengatur pekerjaan hormon-hormon dan faktor pertumbuhan.

Sedangkan ikan tongkol sendiri mengandung zat gizi yang berguna bagi tubuh antara lain kalori, protein, lemak, dan zat besi.Jika ditinjau dari nilai gizi makanan kegemaran Suku Samin ini sudah cukup mengandung berbagai zat gizi yang bervariasi. Hal itu tentunya sangat berguna bagi kesehatan masyarakat Suku Samin sendiri dan perlu untuk tetap dilestarikan agar mengurangi tingkat defisit energi di masyarakat tersebut.

Oleh: Nuriyati, Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Daftar Pustaka

Septiyani,Imas. 2004.Indeks Glikemik Berbagai Produk Tiwul Berbasis Singkong (Manihot Esculenta Crantz) pada Orang

Normal.Bogor: Institut Pertanian Bogor

Radar Kudus edisi 10 Maret 2012

Madanijah,Siti.2006.Sumbangan Gizi ikan Tongkol pada masyarakat Indonesia. Media Gizi dan Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *